Indonesia memiliki banyak kisah inspiratif dari para pengusaha lokal, termasuk dari daerah-daerah di luar Pulau Jawa. Salah satu cerita inspiratif berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya dari kisah perjalanan Annas Tobe dan usahanya yang dikenal dengan nama Tobe Printing. Dengan kegigihan, inovasi, serta semangat pantang menyerah, Annas Tobe berhasil mengubah peluang kecil menjadi usaha besar yang memberikan manfaat tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga masyarakat sekitar.
Annas Tobe berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak muda, ia telah terbiasa bekerja keras. Keluarga sederhana yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras membuat Annas selalu berpikir kreatif untuk membantu perekonomian keluarga. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Annas tidak langsung mendapatkan pekerjaan tetap. Ia sempat mencoba berbagai pekerjaan mulai dari buruh lepas, karyawan toko, hingga menjadi penjaga warnet.
Pengalaman sebagai penjaga warnet membuat Annas mengenal dunia komputer, desain, dan percetakan sederhana. Dari situlah ia mulai menaruh minat terhadap dunia digital printing. Modal utama hanyalah tekad, laptop bekas, dan sedikit pengetahuan tentang aplikasi desain grafis.
Melihat tingginya kebutuhan akan jasa percetakan di Kupang namun sangat sedikit usaha percetakan modern yang tersedia, Annas mulai mencari cara untuk merintis usaha sendiri. Bersama kakaknya, Annas mengumpulkan tabungan sedikit demi sedikit untuk membeli printer bekas. Pada tahun 2013, akhirnya mereka mulai membuka Tobe Printing di sebuah ruangan kecil yang disewa secara sederhana.
Pada tahap awal, layanan Tobe Printing sangat terbatas, hanya meliputi cetak dokumen, fotokopi, dan pembuatan kartu nama. Namun, Annas selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik—ramah, cepat, dan harga terjangkau.
Modal usaha yang sangat terbatas menyebabkan Annas dan keluarga bekerja ekstra keras, bahkan seringkali harus begadang memperbaiki mesin atau melayani pelanggan. Tidak jarang, mereka menghadapi kerusakan alat, kekurangan tinta, atau bahkan kehilangan pelanggan karena keterbatasan fasilitas. Namun Annas tidak menyerah. Ia justru mencari solusi, bertanya kepada komunitas bisnis kecil, hingga mengikuti pelatihan gratis untuk memperdalam ilmu percetakan dan bisnis digital.
Setelah berjalan satu tahun, perlahan pelanggan Tobe Printing mulai bertambah. Annas mulai berinovasi dengan menambah layanan baru seperti desain undangan, banner, spanduk, dan sablon kaos satuan. Ia juga mengadopsi strategi pemasaran online melalui media sosial, memperkenalkan portofolio karya-karya desain Tobe Printing ke masyarakat luas NTT.
Berkat konsistensi kualitas pelayanan, bisnis Annas dipercaya melayani pesanan dari instansi, sekolah, hingga mahasiswa. Ia pun mulai mempekerjakan pegawai, kebanyakan anak muda sekitar rumahnya agar mereka pun memiliki penghasilan dan keterampilan.
Saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia, Tobe Printing juga tidak luput dari tantangan. Permintaan menurun drastis akibat pembatasan acara dan aktivitas masyarakat. Namun Annas memutar otak untuk mempertahankan usaha. Ia mengalihkan fokus pada penjualan produk online seperti masker kain, stiker edukasi, dan jasa desain digital untuk UMKM di NTT yang mulai beralih ke penjualan daring.
Cara ini terbukti efektif. Alih-alih gulung tikar, Tobe Printing tetap mampu bertahan dan bahkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kecil lainnya di Kupang.
Kini, Tobe Printing telah menjadi salah satu usaha percetakan terbesar di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Annas bersama timnya tidak hanya memberikan layanan kepada pelanggan, tetapi juga aktif membagikan ilmu kepada anak muda lewat pelatihan desain grafis gratis dan program magang untuk siswa SMK. Banyak anak muda yang termotivasi untuk belajar dan mencoba berwirausaha di bidang desain, teknologi, dan percetakan.
Keberhasilan Annas Tobe bukan hanya soal keuntungan bisnis, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar. Anak-anak muda yang sebelumnya menganggur kini memiliki skill dan penghasilan. Kesuksesan Annas juga banyak diulas di media lokal, menjadi simbol semangat anak daerah yang mampu menembus keterbatasan dan tantangan.
Annas Tobe selalu berpesan kepada generasi muda di NTT untuk tidak takut bermimpi dan memulai usaha. Ia percaya bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk sukses asalkan ada kemauan, kerja keras, dan terus belajar. Menurutnya, peluang usaha terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha dan berinovasi, apa pun latar belakang pendidikannya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring serta kolaborasi, khususnya dengan pelaku UMKM lokal agar dapat saling mendukung dan menciptakan ekosistem bisnis kreatif di NTT.
Kisah Annas Tobe dan Tobe Printing adalah contoh nyata bagaimana semangat pantang menyerah, kreativitas, dan inovasi dapat mengubah keadaan. Dari usaha kecil di sudut Kupang, Annas membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana yang konsisten. Tidak hanya membangun usaha yang maju, Annas juga membangun masa depan bagi banyak anak muda di NTT.
Kisah Tobe Printing adalah inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia, bahwa kendala bukan penghalang untuk mencapai kesuksesan. Dengan kerja keras, pendidikan, pemberdayaan, dan inovasi, siapa pun bisa mengukir prestasi di mana pun berada.