Elisia Batu lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebuah kawasan yang dikenal dengan kekayaan budaya namun terbatas dalam akses teknologi dan bisnis. Berawal dari lingkungan sederhana, Elisia menyadari bahwa peluang usaha di wilayahnya harus diciptakan sendiri. Selepas SMA, ia menempuh pendidikan di Denpasar, Bali, mengambil jurusan desain grafis. Di sanalah, Elisia mengenal dunia percetakan yang kelak menjadi fondasi Batu Printing.
Setelah lulus, Elisia memutuskan kembali ke kampung halaman, membangun usaha yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat setempat. Ia melihat kebutuhan akan jasa percetakan yang banyak digunakan oleh institusi pemerintahan, sekolah, dan masyarakat. Namun, di Kupang, kualitas dan pilihan produk percetakan masih terbatas. Ini menjadi peluang bagi Elisia untuk memperkenalkan teknologi baru dan layanan yang lebih profesional.
Dengan modal tabungan hasil kerja di Bali, Elisia memberanikan diri menyewa sebuah ruko kecil di pinggiran Kupang. Ia membeli mesin printer digital, komputer, dan bahan baku seadanya. Tidak mudah baginya untuk memulai, terutama dalam membangun kepercayaan pelanggan di daerah yang masih skeptis terhadap inovasi baru.
Di awal, Batu Printing menawarkan jasa cetak dokumen, undangan, brosur, dan banner. Elisia mengandalkan keahlian desain grafis serta strategi pemasaran digital sederhana: membuat akun media sosial dan membagikan portofolio desain ke komunitas lokal. Perlahan, pelanggan mulai datang, terutama dari kalangan sekolah dan organisasi masyarakat.
Perjalanan usaha Batu Printing tidak selalu mulus. Tantangan utama adalah persaingan dengan percetakan konvensional, keterbatasan listrik dan internet, serta sulitnya mendapatkan bahan baku dengan harga terjangkau. Elisia juga menghadapi keterbatasan sumber daya manusia yang seluruhnya termasuk keluarga dan beberapa teman dekat.
Di tengah keterbatasan, Elisia terus berinovasi. Ia mengikuti pelatihan wirausaha yang diadakan pemerintah daerah dan komunitas pengusaha muda. Ia aktif mencari solusi agar usahanya tetap berjalan, seperti membeli generator untuk mengantisipasi pemadaman listrik, serta memanfaatkan aplikasi desain berbasis cloud demi efisiensi pekerjaan.
Inovasi yang dilakukan Elisia menarik perhatian media lokal. Ia kerap diundang sebagai pembicara dalam seminar wirausaha, berbagi pengalaman serta motivasi kepada generasi muda. Batu Printing juga tumbuh menjadi perusahaan kecil dengan lima karyawan dan beberapa freelancer desain.
Salah satu kontribusi terbesar Batu Printing adalah membantu UMKM lokal memasarkan produk mereka melalui kemasan yang menarik dan brosur pemasaran. Dengan adanya Batu Printing, pelaku usaha kecil tidak lagi harus mencari jasa percetakan ke kota besar, sehingga mengurangi biaya dan waktu.
Elisia juga mendukung kegiatan sosial di Kupang. Batu Printing sering mendukung acara-acara komunitas, menyediakan media cetak gratis untuk kegiatan seperti kampanye kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Komunitas desain yang dibangun Elisia menjadi tempat bagi anak muda untuk belajar dan mengekspresikan kreativitasnya. Banyak dari mereka yang akhirnya menemukan passion baru di bidang desain grafis dan percetakan.
Elisia berbagi bahwa kunci sukses usahanya adalah ketekunan, pengembangan diri, dan keinginan kuat untuk membantu sesama. Ia percaya bahwa usaha harus dilakukan dengan hati dan komitmen. Urusan bisnis, kata Elisia, bukan semata-mata soal keuntungan, namun tentang memberikan solusi dan manfaat kepada orang lain.
Ia selalu terbuka terhadap kritik dan saran pelanggan. Setiap keluhan dijadikan sebagai pelajaran untuk memperbaiki layanan Batu Printing. Dengan prinsip pelayanan prima, Elisia berhasil membangun loyalitas pelanggan, bahkan sebagian menjadi sahabat dan mitra bisnis.
Kisah Elisia Batu dan Batu Printing menjadi inspirasi bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur. Banyak anak muda yang termotivasi untuk memulai usaha sendiri, walaupun dengan modal kecil dan keterbatasan fasilitas.
Elisia yakin bahwa daerah-daerah terpencil pun bisa maju jika warganya berani bermimpi dan bertindak. Ia berharap Batu Printing menjadi contoh bahwa inovasi dan teknologi bisa dimulai dari mana saja, selama ada niat dan kerja keras.
Batu Printing terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren desain. Elisia memiliki visi untuk menjadikan Batu Printing sebagai hub kreatif di NTT, tempat berkumpulnya para desainer, pengusaha, dan komunitas kreatif. Ia ingin memperluas layanan hingga ke kabupaten-kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur, serta membuka peluang kerja untuk anak muda.
Dalam jangka panjang, Elisia merencanakan pengembangan platform digital yang memungkinkan pemesanan produk secara online, memudahkan pelanggan di seluruh NTT mendapatkan jasa percetakan berkualitas tanpa harus datang ke kota.
Kisah sukses Elisia Batu dan Batu Printing adalah bukti nyata bahwa keberanian, kreativitas, dan kepedulian sosial mampu membawa perubahan positif. Dari sebuah ruko kecil di Kupang, usaha ini tidak hanya tumbuh menjadi bisnis, namun juga menjadi sumber inspirasi, edukasi, dan solusi bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Jika Anda berkunjung ke Kupang, jangan lupa mampir ke Batu Printing. Di sana, Anda akan menemukan semangat kerja, inovasi, dan nilai-nilai lokal yang dibangun atas fondasi mimpi seorang perempuan hebat, Elisia Batu, yang percaya pada kekuatan perubahan dari daerahnya sendiri.