Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan budaya, tradisi, dan kuliner khas. Di balik keindahan alam dan keberagaman budaya, terdapat kisah inspiratif dari para pelaku usaha lokal yang telah berhasil mengangkat nama daerah melalui produk unggulan. Salah satu kisah sukses yang menarik perhatian adalah perjalanan Jevita Wae dan usaha kuliner "Wae Kue" yang kini menjadi kebanggaan masyarakat di NTT.
Jevita Wae merupakan sosok wanita muda asli Ruteng, Manggarai, yang memiliki semangat luar biasa dalam mengangkat potensi lokal. Pada tahun 2018, Jevita memulai usaha kecil-kecilan dari rumahnya, mengolah aneka kue khas Manggarai dengan cita rasa otentik. Nama "Wae Kue" sendiri terinspirasi dari kata “Wae” yang berarti “air” dalam bahasa Manggarai, melambangkan kehidupan dan harapan di setiap proses pembuatan kue.
Dengan modal terbatas, Jevita menjalankan bisnisnya secara mandiri dan memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan Wae Kue ke masyarakat. Kue-kue racikannya, seperti kue adat, kue kelapa, dan bolu jagung, mendapat respon positif berkat rasa autentik dan kemasannya yang menarik. Perlahan tapi pasti, usaha Wae Kue mulai dikenal bahkan di luar Ruteng.
Jevita menghadapi berbagai tantangan, terutama akses bahan baku, keterbatasan modal, dan pemasaran. Di NTT, distribusi bahan-bahan seperti tepung dan gula cukup sulit di beberapa daerah. Namun dengan kecerdikannya, Jevita membangun jaringan dengan petani lokal dan mengolah bahan-bahan sederhana menjadi produk berkualitas tinggi.
Tantangan lain adalah pemasaran. Awalnya, penjualan hanya melalui tetangga dan pasar tradisional. Jevita kemudian berinovasi dengan memperkenalkan produk Wae Kue melalui WhatsApp dan Instagram. Ia memanfaatkan tren digital dengan mengunggah foto-foto kue, membagikan cerita proses pembuatan, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi produk lokal.
Usaha Jevita tidak sia-sia. Pada tahun 2020, Wae Kue berhasil mendapatkan penghargaan dari pemerintah kabupaten sebagai Usaha Mikro Berkembang. Produk Wae Kue juga mulai dilirik oleh pelaku pariwisata dan diikutsertakan dalam berbagai event, seperti Festival Caci dan Tenun di Labuan Bajo.
Selain di Manggarai, Wae Kue kini juga dikenal di Kupang, Sumba, dan Timor. Jevita mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga untuk membantu produksi, sehingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Produk Wae Kue juga menjadi buah tangan favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke NTT, karena keunikannya dan rasa lokal yang khas.
Keberhasilan Jevita tidak hanya dilihat dari keuntungan finansial, namun juga dari dampak sosial yang dihasilkan. Ia mampu memberdayakan perempuan dan meningkatkan ekonomi keluarga di sekitarnya.
Wae Kue terkenal dengan aneka kue khas daerah yang menggunakan bahan alami dan resep turun-temurun, seperti:
Produk-produk tersebut dipasarkan tidak hanya di pasar lokal, melainkan juga masuk ke toko oleh-oleh dan sudah mulai diperkenalkan ke marketplace nasional.
Seiring dengan perkembangan teknologi, Jevita beradaptasi dengan dunia digital. Ia membuat akun media sosial untuk Wae Kue, aktif berinteraksi dengan pelanggan, dan melakukan promosi secara daring. Selain itu, Jevita mulai menjual produk melalui platform marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, sehingga kue-kue khas NTT bisa dinikmati di seluruh Indonesia.
Jevita juga mengadakan live cooking di Instagram dan TikTok, membagikan tips membuat kue dan berbagi inspirasi kepada generasi muda. Dengan pendekatan yang kreatif, Wae Kue berhasil diterima oleh pasar milenial dan wisatawan domestik.
Usaha Wae Kue tidak hanya menguntungkan Jevita secara pribadi, namun juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Ruteng dan sekitarnya. Beberapa manfaat nyata yang dirasakan adalah:
Jevita juga sering diundang sebagai pembicara dalam seminar UMKM, berbagi pengalaman dan motivasi kepada pelaku usaha lain. Ia menjadi role model bagi anak-anak muda di NTT untuk berani bermimpi dan beraksi.
Jevita memiliki visi agar Wae Kue dapat menjadi produk unggulan NTT yang dikenal luas, dan dapat bersaing dengan produk dari daerah lain di Indonesia. Ia berharap dapat membuka gerai Wae Kue di kota-kota besar, membangun pusat pelatihan pembuatan kue, dan mengembangkan varian produk yang sehat dan ramah lingkungan.
Dengan ketekunan, inovasi, dan dukungan komunitas, Jevita percaya bahwa Wae Kue dapat terus berkembang, menjadi harapan baru bagi UMKM di NTT dan simbol kebanggaan daerah di kancah nasional.
Kisah Jevita Wae dan Wae Kue menjadi inspirasi bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat memajukan potensi lokal dapat membawa perubahan besar. Dari dapur sederhana di Ruteng, usaha Wae Kue kini menjadi simbol sukses dan harapan, bahwa produk asli Nusa Tenggara Timur mampu berkiprah di tingkat nasional.
Semoga perjalanan Jevita terus membawa manfaat bagi masyarakat, dan turut memajukan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur.