Indonesia dikenal dengan kekayaan kuliner dan ragam usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terus berkembang. Salah satu kisah inspiratif berasal dari Nusa Tenggara Timur, tepatnya dari seorang pengusaha muda bernama Kris Weta. Lewat tangan dinginnya, Kris Weta berhasil mendirikan dan membangun Weta Bakery, sebuah usaha keperluan roti dan kue yang kini menjadi favorit masyarakat setempat.
Perjalanan Kris Weta dimulai dari passionnya di bidang kuliner sejak masa muda. Kris tumbuh di lingkungan sederhana di Kupang, pernah merasa kurang percaya diri karena keterbatasan ekonomi keluarga. Namun, Kris tidak menyerah; ia terus mencoba berbagai usaha kecil-kecilan. Ketika lulus SMA, Kris mulai bekerja di sebuah toko roti di Kupang untuk menambah penghasilan sambil belajar lebih banyak tentang industri bakery.
Dalam beberapa tahun, Kris mengamati bagaimana bisnis roti beroperasi, mulai dari produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Ia belajar langsung dari pemilik usaha dan para staf, serta mengikuti pelatihan membuat roti dari sumber online dan lokal. Kris menyadari bahwa kualitas roti dan inovasi resep adalah kunci utama. Dengan modal tabungan dan dukungan keluarga, Kris berani membuka toko roti kecil di daerah Oebobo, Kupang, pada tahun 2014.
Nama Weta Bakery diambil dari nama keluarga, sekaligus simbol harapan akan menjadi usaha yang mampu membanggakan Nusa Tenggara Timur. Kris memulai usahanya dengan hanya tiga varian roti utama. Usaha masih sederhana, Kris melakukan semuanya sendiri, mulai dari membuat adonan, memanggang roti, hingga memasarkan produknya di lingkungan sekitar.
Tantangan utama saat itu adalah keterbatasan modal dan pemasaran. Namun Kris menerapkan strategi unik; ia membagikan roti gratis ke sekolah-sekolah dan gereja setempat supaya masyarakat mencicipi produknya. Strategi ini membuahkan hasil, semakin banyak orang mulai mengenal dan menyukai roti buatan Kris. Dalam waktu singkat, pesanan mulai berdatangan dari berbagai penjuru Kupang.
Melihat potensi besar, Kris menambah varian produk, mulai dari roti sobek, donat, kue kering, hingga tart ulang tahun. Ia juga melakukan inovasi resep dengan sentuhan lokal, seperti menggabungkan rasa kelapa dan jagung, yang merupakan hasil pertanian di NTT. Cita rasa unik ini menjadikan Weta Bakery berbeda dari toko roti lainnya.
Untuk mengembangkan usaha, Kris memberanikan diri mengajukan pinjaman usaha dari pemerintah daerah. Dana tersebut digunakan untuk membeli mesin roti, menggaji beberapa karyawan, serta memperluas area produksi. Kris juga memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran; setiap hari ia mengunggah foto dan cerita di Instagram serta Facebook, sehingga Weta Bakery semakin dikenal luas, terutama di kalangan anak muda dan pelajar.
Tidak hanya fokus pada bisnis pribadi, Kris Weta juga aktif berkontribusi pada masyarakat sekitar. Ia menyediakan pelatihan gratis bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin belajar membuat roti dan kue. Kris percaya bahwa usaha bakery mampu membantu keluarga meningkatkan penghasilan. Sampai saat ini, lebih dari 150 orang telah mengikuti pelatihan tersebut dan banyak yang sudah membuka usaha sendiri.
Kris juga membiasakan penggunaan bahan lokal, seperti tepung jagung dan kelapa, demi memberdayakan petani NTT. Sebagian keuntungan Weta Bakery dialokasikan untuk kegiatan sosial seperti penyuluhan gizi di sekolah-sekolah, memberikan paket roti gratis kepada anak yatim piatu, dan program beasiswa bagi pelajar kurang mampu.
Tak selamanya perjalanan Kris Weta berjalanan mulus. Kris menghadapi tantangan berat saat pandemi Covid-19 melanda. Penjualan menurun hingga 60%, namun ia segera beradaptasi dengan membuka layanan pemesanan online dan pengantaran roti ke rumah pelanggan. Kerja keras dan inovasi membuat Weta Bakery tetap bertahan bahkan berkembang di masa-masa sulit.
Kris juga menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang transparan, memperhatikan kualitas bahan baku, dan menjaga kepercayaan pelanggan. Salah satu kunci keberhasilan adalah komunikasi dengan tim, memastikan seluruh karyawan terlibat aktif dalam inovasi dan pelayanan.
Berkat dedikasi dan konsistensi, Weta Bakery telah menerima berbagai penghargaan, seperti:
Kris Weta juga kerap diundang sebagai pembicara seminar kewirausahaan dan aktif berbagi pengalaman di komunitas UMKM.
Kris berharap Weta Bakery terus berkembang, membuka cabang di seluruh NTT dan bahkan nasional. Ia juga ingin agar lebih banyak masyarakat berani memulai bisnis dari hal sederhana. Baginya, semangat pantang menyerah, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar adalah kunci utama dalam meraih sukses.
Kris berpesan kepada generasi muda NTT: “Jangan takut bermimpi dan berusaha. Mulailah dari hal kecil, terus belajar, dan jangan lupa berbagi. Bersama kita bisa membangun NTT yang lebih maju.”
Kini, Weta Bakery tidak hanya menjadi toko roti favorit di Kupang, tetapi juga harapan baru bagi pengusaha lokal di Nusa Tenggara Timur. Kisah Kris Weta membuktikan bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan kepedulian sosial, siapa pun bisa meraih sukses dan berkontribusi bagi daerahnya.