Stevanus Suda lahir dan besar di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Semasa kecil, ia sudah terbiasa menghadapi berbagai tantangan hidup. Lingkungan Kupang yang masih berkembang membuatnya harus beradaptasi dengan keterbatasan fasilitas dan sumber daya. Namun, hal ini tidak menghalangi Stevanus untuk terus bermimpi dan mencari peluang demi kehidupan yang lebih baik.
Selepas SMA, Stevanus memutuskan untuk belajar secara otodidak mengenai mesin, khususnya sepeda motor dan mobil. Ketertarikannya pada mesin bermula ketika ia membantu merawat sepeda motornya sendiri dan milik keluarganya. Ia menyadari bahwa kebutuhan akan bengkel yang dapat dipercaya sangat tinggi di wilayahnya, sementara pilihan yang ada relatif terbatas.
Pada tahun 2012, Stevanus memberanikan diri membuka bengkel kecil di samping rumahnya. Bengkel tersebut diberi nama “Suda Service,” nama yang kini dikenal luas di Nusa Tenggara Timur. Mulanya, bengkel ini hanya memiliki peralatan sederhana dan satu orang teknisi, yaitu Stevanus sendiri.
Dengan bermodalkan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab, Stevanus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan. Ia sering memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perawatan kendaraan secara rutin. Strategi ini perlahan-lahan membangun loyalitas pelanggan dan kredibilitas di mata masyarakat.
Perjalanan bisnis Suda Service tidak selalu mulus. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari minimnya modal, keterbatasan akses ke sparepart, hingga persaingan dengan bengkel-bengkel lain yang lebih besar. Stevanus bahkan sempat berpikir untuk menutup usahanya saat situasi ekonomi kurang mendukung.
Namun, semangatnya tidak padam. Ia mencari solusi dengan membangun jaringan distribusi pengadaan sparepart dari luar daerah, serta memberikan pelayanan ekstra seperti antar-jemput kendaraan pelanggan. Ia juga menambah layanan konsultasi gratis bagi para pelanggan yang ingin mengetahui masalah kendaraan mereka.
Dilatarbelakangi keinginan kuat untuk maju, Stevanus melakukan inovasi dengan mengintegrasikan teknologi dalam pelayanan bengkel. Ia mulai menerapkan sistem reservasi melalui WhatsApp, serta memperluas layanan kepada sektor fleet dan kendaraan dinas. Selain itu, ia membekali para teknisi bengkel dengan pelatihan rutin agar kualitas pelayanan tetap terjaga.
Suda Service juga aktif mengikuti program-program sosial seperti memberikan pelatihan montir gratis bagi remaja yang putus sekolah, dalam rangka mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal. Lewat program ini, Stevanus berharap dapat membuka harapan baru bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur, agar mereka memiliki keterampilan dan peluang kerja.
Setelah lebih dari satu dekade berdiri, Suda Service telah berkembang menjadi salah satu bengkel terbesar di Kupang dengan tim teknisi berjumlah lebih dari 15 orang. Beberapa cabang juga mulai dibuka di kota-kota lain sekitar Kupang, seperti Atambua dan Soe, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
Kepercayaan pelanggan terus meningkat berkat prinsip kejujuran dan transparansi dalam setiap layanan. Banyak testimoni positif dari pelanggan yang merasa terbantu oleh Suda Service, mulai dari pelayanan yang cepat, harga yang terjangkau, hingga ketersediaan sparepart yang sulit didapatkan di daerah lain.
Stevanus Suda juga sering diundang sebagai narasumber di forum usaha kecil dan menengah (UKM) serta pelatihan wirausaha di Nusa Tenggara Timur. Ia berbagi pengalaman tentang pentingnya ketekunan, inovasi, dan membangun hubungan baik dengan komunitas lokal.
Menghadapi era digital, Stevanus menyadari pentingnya adaptasi teknologi dalam memberdayakan bisnis. Ia membangun website dan media sosial Suda Service untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Pemerintah daerah pun memberikan apresiasi terhadap kontribusi Suda Service dalam mendukung perekonomian lokal.
Melalui program digitalisasi, Suda Service tidak hanya mempermudah pelanggan dalam melakukan reservasi, tetapi juga menyediakan konten edukasi seputar otomotif yang bermanfaat. Hal ini turut meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan kendaraan, sehingga mendorong budaya servis rutin di kalangan pengguna kendaraan di NTT.
Kisah Stevanus Suda dan Suda Service menjadi inspirasi bagi banyak orang di Nusa Tenggara Timur. Ia membuktikan bahwa usaha kecil tidak kalah pentingnya dibandingkan bisnis besar, asalkan dijalankan dengan sungguh-sungguh serta mengutamakan nilai-nilai integritas dan pelayanan.
Stevanus menegaskan bahwa keberhasilan Suda Service bukan hanya hasil kerja kerasnya, namun juga berkat kepercayaan masyarakat, dukungan keluarga, dan keinginan untuk terus belajar. Ia berharap, ke depan, Suda Service dapat menjadi pusat pelatihan otomotif terbesar di NTT dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
“Setiap usaha yang dimulai dengan niat dan ketekunan pasti akan membuahkan hasil,” ujar Stevanus. Ia yakin bahwa inovasi, kepedulian sosial, dan semangat untuk melayani adalah kunci utama mempertahankan keberlanjutan usaha di tengah persaingan dan perubahan zaman.
Kisah sukses Stevanus Suda dan Suda Service menunjukkan bahwa peluang selalu terbuka bagi siapa saja yang berani mengambil langkah dan percaya pada proses. Dengan mengutamakan kualitas pelayanan, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat, Suda Service telah menjadi tonggak penting dalam perkembangan sektor otomotif di Nusa Tenggara Timur.
Semoga kisah ini dapat menginspirasi generasi muda di NTT dan seluruh Indonesia untuk tidak takut bermimpi, memulai usaha, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.