Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak lama dikenal dengan panorama alamnya yang menakjubkan dan budaya yang begitu kaya. Namun, dari sisi pengembangan usaha kuliner, belum banyak yang mampu memberikan warna tersendiri dan menonjol di kawasan ini. Di tengah tantangan dan keterbatasan, muncul satu sosok inspiratif: Tarsisius Naro. Ia mendirikan Naro Cafe, yang kini menjadi destinasi favorit di kota Kupang dan sekitarnya.
Tarsisius Naro lahir dan besar di NTT, tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hidup dalam keluarga sederhana membuatnya terbiasa bekerja keras sejak kecil. Ia tumbuh dengan impian melihat masyarakat di sekitarnya maju, terutama dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Tak heran, selepas SMA ia memilih merantau ke Kupang untuk menempuh pendidikan sekaligus mencari peluang kerja.
Setelah lulus kuliah, Tarsisius sempat bekerja di perusahaan swasta, namun selalu punya keinginan untuk berwirausaha. Ia merasa bahwa potensi kuliner khas NTT harusnya bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Namun, modal usaha, pengalaman, dan sumber daya yang terbatas menjadi tantangan utama yang harus ia hadapi.
"Saya ingin Naro Cafe hadir bukan hanya untuk tempat makan, tapi jadi wadah belajar dan bertumbuh bagi anak muda di NTT," ungkap Tarsisius saat diwawancara oleh media lokal Kupang.
Dengan tabungan seadanya dan dukungan beberapa teman dekat, Tarsisius mulai merintis Naro Cafe pada tahun 2017. Ia memilih lokasi yang strategis di pusat kota Kupang, meski awalnya harus menyewa sebuah ruko kecil. Bukan perkara mudah; keterbatasan modal membuat Tarsisius harus merangkap sebagai pemilik, koki, sekaligus pelayan. Menu yang ditawarkan pun masih sederhana, hanya kopi khas Flores, teh, dan beberapa makanan ringan lokal.
Tantangan terbesar adalah membangun kepercayaan masyarakat. Di NTT, kebiasaan hangout di cafe belum begitu umum. Meski demikian, Tarsisius tetap konsisten menjaga kualitas dan pelayanan terbaik. Ia aktif mempromosikan Naro Cafe lewat media sosial, menggandeng influencer lokal, dan mengadakan diskusi serta workshop kreatif di cafe. Perlahan, Naro Cafe mulai dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda, diskusi komunitas, dan area kegiatan sosial.
Satu hal yang membuat Naro Cafe unik adalah sentuhan budaya lokal. Tarsisius menyediakan menu khas NTT seperti jagung bose, se’i sapi, dan sambal lu’at. Ia juga menghias cafe dengan ornamen tenun ikat serta memajang karya seni handmade dari masyarakat setempat.
Ada beberapa faktor yang menjadi kunci sukses Naro Cafe:
Kesuksesan Naro Cafe membawa dampak positif bagi masyarakat NTT, khususnya di Kupang. Tidak hanya membuka lapangan kerja bagi puluhan anak muda, Tarsisius juga aktif memberikan pelatihan barista, pengelolaan cafe, dan entrepreneurship bagi remaja yang ingin memulai bisnis kuliner.
Melalui program beasiswa cafe dan pelatihan gratis, Naro Cafe berhasil menciptakan generasi muda yang lebih percaya diri dan mandiri secara ekonomi. Banyak alumni pelatihan yang kini membuka usaha sendiri di bidang makanan dan minuman. Ini menjadi contoh nyata bahwa bisnis yang dikelola secara berkelanjutan mampu memberi manfaat besar bagi komunitas.
Di sisi lain, Naro Cafe juga rutin mengadakan event penggalangan dana untuk pendidikan anak-anak desa, konser amal, serta kegiatan pelestarian lingkungan. Tarsisius percaya bahwa cafe bukan hanya tempat bisnis, tetapi wadah pemberdayaan sosial.
Berkat dedikasi dan inovasinya, Tarsisius Naro meraih sejumlah penghargaan. Salah satunya adalah penghargaan “Penggerak UMKM Terbaik” dari Pemerintah Provinsi NTT tahun 2021. Ia juga diundang sebagai pembicara di berbagai forum kewirausahaan nasional, berbagi kisah dalam membangun bisnis di daerah dengan segala tantangannya.
Tak hanya itu, Naro Cafe mulai dikenal hingga luar negeri. Banyak wisatawan asing yang datang dan menikmati menu lokal, bahkan beberapa memesan suvenir tenun langsung dari cafe. Hal ini jadi pembuka jalan bagi Tarsisius untuk merintis bisnis ekspor produk lokal ke mancanegara.
Kisah Tarsisius Naro adalah bukti nyata bahwa keberhasilan bisa diraih dengan tekad, inovasi, dan kegigihan. Ia mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah. Melalui Naro Cafe, Tarsisius membuktikan bahwa usaha kuliner dapat berkembang pesat apabila didukung dengan strategi tepat, kualitas unggul, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Tarsisius selalu berpesan kepada anak muda NTT, "Jangan takut bermimpi besar. Mulai dari apa yang ada, terus belajar, terbuka pada perubahan, dan fokus pada pemberdayaan komunitas. Usaha bukan hanya soal cuan, tapi soal memberi dampak positif kepada banyak orang.”
Kisah sukses Tarsisius Naro dan Naro Cafe menjadi salah satu kisah inspiratif di Nusa Tenggara Timur yang layak diteladani. Dari sebuah cafe kecil yang dimulai dengan keterbatasan, kini menjadi pusat inovasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Semoga cerita ini menjadi motivasi bagi banyak orang untuk berani memulai langkahnya, apapun tantangan yang dihadapi.