Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai daerah dengan potensi pertanian dan peternakan yang sangat besar. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, sektor ini menghadapi tantangan seperti kekeringan, minimnya teknologi, dan keterbatasan akses pasar. Di tengah berbagai kendala tersebut, muncul sosok inspiratif yang mampu mengubah wajah pertanian NTT, yaitu Marta Domi, pendiri Domi Farm.
Marta Domi lahir di sebuah desa kecil di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Sejak kecil, ia sudah terbiasa membantu orang tuanya di ladang dan peternakan. Lingkungan yang keras serta minim fasilitas membuat Marta menyadari bahwa pertanian di NTT butuh inovasi dan semangat baru agar bisa berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Setelah menamatkan pendidikan di bidang pertanian, Marta kembali ke kampung halaman dengan tekad mengembangkan sistem pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan. Ia memulai usahanya dengan modal terbatas, lahan yang sederhana, dan ketekunan luar biasa.
Pada tahun 2015, Marta Domi mendirikan Domi Farm. Awalnya, Domi Farm berfokus pada budidaya jagung dan sorgum, tanaman yang tahan kekeringan serta sesuai dengan iklim NTT. Marta juga memperkenalkan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan, memanfaatkan pupuk kompos dan teknik irigasi sederhana yang dibuat secara lokal.
Dengan mengedepankan kualitas dan keberlanjutan, produk Domi Farm mulai dikenal di kalangan masyarakat lokal. Marta tidak hanya menjual hasil pertanian, tetapi juga mengedukasi petani lain agar menerapkan teknik-teknik yang lebih inovatif, seperti pemilihan bibit unggul, rotasi tanaman, dan pemeliharaan tanah.
Transformasi besar terjadi ketika Marta mulai memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran hasil pertanian. Ia membangun kanal media sosial dan website untuk memperkenalkan produk Domi Farm ke pasar kota besar, seperti Kupang, Surabaya, dan Jakarta. Sistem penjualan online memudahkan konsumen untuk membeli produk segar dari petani NTT tanpa perantara, sehingga Marta dapat memberikan harga yang layak bagi petani lokal.
Domi Farm juga memperluas diversifikasi produk, tidak hanya tanaman pangan, tetapi juga peternakan sapi dan kambing. Implementasi program pemberdayaan petani dengan pelatihan rutin dan pendampingan menjadikan Domi Farm sebagai pusat belajar bagi masyarakat sekitar.
“Mimpi saya sederhana, ingin agar setiap petani di desa saya bisa makan dari hasil usahanya sendiri, dan menyejahterakan keluarga tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran.” — Marta Domi
Tidak mudah bagi Marta Domi untuk mengembangkan Domi Farm. Tantangan utama adalah cuaca ekstem yang sering menyebabkan gagal panen, kurangnya akses alat pertanian modern, dan keterbatasan modal. Namun demikian, Marta terus mencari solusi:
Berkat kerja keras dan jaringan yang dibangun, pelan-pelan Domi Farm tumbuh menjadi pusat pertanian yang produktif di wilayah NTT dan menjadi inspirasi bagi petani lain.
Marta Domi berhasil membawa Domi Farm memperoleh berbagai penghargaan, di antaranya:
Selain penghargaan, Marta Domi berhasil meningkatkan pendapatan petani lokal hingga tiga kali lipat, dengan penyerapan tenaga kerja dari berbagai desa di sekitarnya.
Domi Farm tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Marta mengadakan pelatihan gratis bagi anak muda desa seputar teknik pertanian dan kewirausahaan. Ia membuka program magang untuk mahasiswa dari berbagai universitas di NTT. Setiap tahun, Domi Farm menyelenggarakan festival pertanian yang diisi dengan pameran produk lokal, seminar, dan kompetisi inovasi pertanian.
Program-program ini berdampak positif; masyarakat mulai percaya bahwa pertanian bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Petani muda semakin banyak yang bergabung dengan Domi Farm, membawa ide dan semangat baru.
Marta Domi meyakini bahwa ketahanan pangan merupakan kunci pembangunan daerah. Ia mengembangkan program “Tani Mandiri”, yaitu sistem pertanian berkelanjutan yang mengajarkan petani untuk menanam berbagai komoditas sesuai musim, sehingga cadangan stok pangan tetap terjaga.
Domi Farm juga menyediakan bibit gratis dan benih unggul bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani mitra. Melalui sistem koperasi, hasil panen dijual secara kolektif, sehingga harga jual lebih stabil dan menguntungkan.
Kisah Marta Domi dan Domi Farm memberikan inspirasi bagi generasi muda NTT untuk kembali ke sektor pertanian. Dengan pendekatan modern, Marta membuktikan bahwa pertanian bisa maju, kreatif, dan menghasilkan. Ia sering menjadi pembicara dalam seminar dan forum pemuda, mendorong anak muda untuk membangun usaha di desa dan mengangkat potensi daerah mereka sendiri.
Marta Domi menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam dan kehidupan desa. “Jangan malu jadi petani. Dari tanah kita tumbuh, dari tanah kita bisa membangun masa depan,” ujar Marta dalam satu kesempatan.
Marta Domi terus berinovasi dan berharap Domi Farm bisa menjadi model pertanian mandiri di Indonesia timur. Ia berencana mengembangkan agrowisata berbasis edukasi serta memperluas jaringan pemasaran produk ke luar negeri. Melalui kolaborasi, pelatihan, dan teknologi, Domi Farm ingin membuktikan bahwa pertanian di NTT bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Kisah Marta Domi dan Domi Farm merupakan bukti nyata bahwa kegigihan, inovasi, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Marta Domi menjadi teladan bagi banyak petani dan pemuda di NTT, membawa harapan baru untuk masa depan pertanian Indonesia Timur yang lebih baik.